Presiden Tegaskan Komitmen Bangun Infrastruktur di Pegunungan Arfak Provinsi Papua Barat

oleh -670 views

PAPAUA BARAT – Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo menyambangi lapangan bola Irak di Kabupaten Pegunungan Arfak, Provinsi Papua Barat, Minggu, 27 Oktober 2019. Di tempat tersebut Presiden Jokowi dan Ibu Iriana menyapa dan bertemu dengan harapan yang dihadiri dari 10 distrik dan 162 desa.

Setibanya di lapangan, Presiden Jokowi dan rombongan yang mengundang tarian khas Suku Arfak, yaitu Tari Tumbu Tanah. Presiden kemudian mendapatkan publikasi tentang pembangunan di daerah setempat dari Bupati Pegunungan Arfak Yosias Saroy.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi senang dan terharu bisa menyambangi Kabupaten Arfak untuk pertama kalinya dan bertemu langsung dengan warga lokal. Ia mengundang kedatangannya karena ada masukan dari kepala daerah, terkait pembangunan infrastruktur di daerah setempat.

“Tadi sudah dikirim oleh Pak Bupati, Pak Gubernur, tentang yang pertama, jalan antara Manokwari dan Pegunungan Arfak yang sebelumnya Pak Maka kita segera selesaikan, ”kata Presiden yang diterima.

Akses jalan antara Pegunungan Arfak dan Manokwari tersebut, menurut Presiden, akan memfasilitasi transportasi orang dan distribusi barang-barang khusus produk pertanian. Para petani asal Pegunungan Arfak dapat menjual beragam komoditas pertanian seperti wortel, kol, dan kentang ke Manokwari.

“Agar barang-barang pertanian, produk-produk pertanian yang dikirim dari Pegunungan Arfak dapat dijual di Manokwari,” lanjutnya.

Presiden Jokowi berharap pembangunan jalan ini juga bisa mendongkrak pariwisata di Pegunungan Arfak agar pembangunan dengan lebih pesat. Menurut Presiden, Pegunungan Arfak memiliki potensi wisata yang indah seperti dua danau, Anggi Giji dan Anggi Gida.

“Juga orang agar bisa berdatangan berbondong-bondong dari Manokwari dan dari provinsi lain dari Tanah Air melihat keindahan Danau Anggi yang ada di Pegunungan Arfak. Tadi saya sudah lihat dari atas, sangat indahnya danau itu, ”paparnya.

Selain infrastruktur jalan, Presiden juga berencana untuk mengembangkan bandara dan memberikan fasilitas publik lainnya di Pegunungan Arfak. Kepala Negara menghargai, Bandara memiliki peran penting bagi penduduk lokal agar bisa lebih maju.

“Beri waktu saya dua tahun untuk menyelesaikan bandara yang ada di sini. Diharapkan semuanya terbuka, masyarakat di sini bisa pergi ke mana pun dan bandara adalah sebuah sarana transportasi yang sangat penting bagi penduduk yang ada di sini untuk bisa lebih maju ke depan, ”jelasnya.

“Tadi juga disampaikan banyak dari Pak Bupati tentang rumah sakit, tentang puskesmas, pasar, semuanya diminta oleh Pak Bupati. Saya akan memberikan, tetapi mohon waktu paling tidak 2-3 tahun ya, ”tandasnya.

Dari lapangan bola Irai, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana kemudian memulai Pasar Irai. Merujuk pada warga dan penjual. Presiden dan Ibu Iriana juga berkeliling pasar untuk melihat beragam pertanian yang dijual sambil berbagi dengan para penjual.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dan Ibu Iriana dalam acara tersebut antara lain, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Selain itu tampak juga Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Plt. Kapolri Komjen Ari Dono, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, dan Bupati Pegunungan Arfak Yosias Saroy.dikutip dari independensi

  • Editor: rici