Kementerian Pertanian – Kementerian ATR / BPN Verifikasi Data Luas Baku Sawah

oleh -650 views

JAKARTA,TRENDSUARA.COM – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyambangi Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional (ATR / BPN). Kedatangan SYL masih bagian dari upayanya merealisasikan program 100 hari yang lalu, yaitu menyinergikan data pertanian, terutama luas baku sawah.

“Per 1 Desember kita akan sepakati bersama data akhir yang digunakan. Tidak ada lagi istilah data-data berbeda. Data pertanian hanya ada satu, ”ungkap SYL saat jumpa pers seusai melakukan pertemuan tertutup antara jajaran Kementan dan Kementerian ATR / BPN di Kantor Kementerian ATR / BPN, Jakarta Selatan, Kamis (31/10/2019).

SYL yang dikeluarkan berdasarkan hasil rapat tertutup, tim Kementan dan Kementerian ATR / BPN akan bersama-sama melakukan verifikasi terhadap wilayah. Tidak hanya dua kementerian ini, verifikasi juga akan melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Informasi Geospasial (BIG).

“Perbedaan terjadi karena kita menggunakan citra satelit sehingga ada bias. Kita sekarang sudah satu data, kita akan menggunakan citra satelit dengan deviasi rendah dengan demikian kesalahannnya bisa kita perhitungkan, ”papar SYL.

SYL menjanjikan akan mengawal secara langsung proses verifikasi. Apalagi hasil akhir data ini akan digunakan dalam kebijakan pembangunan di sektor pertanian.

“Dampak dari data akhir akan sangat besar, baik terhadap petani maupun masyarakat luas. Jadi kita tidak boleh main-main. 267 juta penduduk Indonesia, ”ujar SYL.

Kunjungan SYL tidak hanya akan berhenti di Kementerian ATR / BPN. SYL sudah diundang akan mengunjungi ke kementerian / lembaga lain, seperti Kementerian Perdagangan dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah. “Kita harus menyatu, kita harus sama kok, yaitu negara dan rakyat,” tandas SYL.

Menteri ATR / BPN Sofyan Djalil menyambut hangat kedatangan Menteri Pertanian ke kantornya. Sofyan memastikan tidak akan ada lagi perbedaan data karena semua pihak akan duduk bersama menyetujui data.

“Ternyata menggunakan data citra satelit itu ada deviasi nya sehingga itu akan kita periksa ke lapangan bersama-sama. Sekarang hasil ceknya sudah ada, tinggal kita raih untuk sepakati kita, ”jelas Sofyan.

Berdasarkan perhitungan tahun 2018, Lahan Baku Sawah Nasional seluas 7.105.145 hektar, berkurang 645.854 hektar dibandingkan Lahan Baku Sawah Tahun 2013 seluas 7.750.999 hektar. Tapi Sofyan memastikan perhitungan ini akan berubah.

“Kita sudah punya data, tetapi tidak akan dirilis sebelum teman-teman memfinalkan hasil. Kami akan menyetujui, tetapi untuk hasil akhirnya mari kita menunggu keputusan bersama, ”tegas Sofyan.

Hingga 31 Oktober 2019, Kementerian ATR / BPN sudah melakukan validasi terhadap 20 provinsi yang mencakup provinsi di Jawa, Bali, dan Sumatera, serta provinsi Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.

“Kami memilih 20 provinsi tersebut karena mereka adalah penghasil beras terbesar yang menjadi lumbung pangan nasional. Tiga belas provinsi lainnya akan kami periksa, tetapi hasilnya sudah tidak signifikan lagi, ”terang Sofyan.dikutip dari indepedensi.