Aksi Provokasi Final Sepakbola Porprov Sumsel

oleh -199 views

PARABUMULI,TRENDSUARA-Kericuhan terjadi di penghujung laga final Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumsel XII di Prabumulih pada Cabor Sepakbola, yang mempertemukan tim Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) vs Musi Rawas (Mura), disesalkan karena berawal dari provokasi yang diduga dilakukan pemain tim Mura yang memukul pemain Kabupaten PALI.

Manager Tim Sepakbola Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Isanudin mengatakan, bahwa kericuhan tersebut terjadi di beberapa detik terakhir di babak tambahan waktu yang diduga dimulai kiper pemain tim Musi Rawas.

“Kericuhan itu dimulai dari majunya kiper tim Mura untuk membantu timnya di tendangan bebas, detik penghujung permainan. Namun ketika berada di dalam kotak pinalti kiper Mura justru memukul salah satu pemain tim kita. Dengan cara menyikut kepala, namun pemain kita tetap tenang,” ujarnya, Kamis (21/11/2019).

Pemain kita yang berada di posisi menang, lanjut managar PALI, mencoba menenangkan pemain lainnya agar tidak terprovokasi. Namun disayangkan, saat pemain mencoba menjaga kondisi kondusif, kembali pemain Mura bernomor punggung 10 memukul pemain PALI. Tak hanya itu, manager tim Mura yakni Panca dan official tim lainya diduga juga ikut memukul pemain tim PALI, sehingga kericuhan langsung terjadi.

“Kita sama saksikan kronologinya, dan video yang telah tersebar keributan itu awalnya dari mana, tidak ada asap kalo tidak ada api. Ketua PSSI PALI justru yang menyelamatkan sang kiper dari para pemain PALI. Jadi kita tidak ada niat untuk memulai kericuhan. Dan yang kami sayangkan adanya pemukulan yang dilakukan manager tim Mura Panca. Dan kita mempunyai semua bukti berupa video pemukulan itu,” tegasnya.

Jadi kemenangan yang diraih ini semuanya murni berkat kerja keras tim yang memanfaatkan segala peluang yang ada. Namun tercoreng berkat ketidak sportifitas yang dilakukan pemain, manager, pelatih dan official tim sepak bola Mura.

“Kemenangan kami jadi tercoreng akibat kericuhan yang dimulai oleh pemain Mura ini. Sebab, semuanya berjalan dengan sportif hingga sebelum kejadian kericuhan ini terjadi, yakni sebelum kiper Mura maju. Kami harap ini menjadi pelajaran untuk kita semua,” pungkasnya.

|editor:rici| sumber: global planet|