Proses dan Fakta,Manfaat Minuman Tuak Khas Suku Batak

oleh -2.032 views

TRENDSUARA.COM-Minuman ini selalu ada saat acara adat Batak, acara kekeluargaan, di warung orang Batak (Lapo) dan juga sebagai jamuan kepada tamu. Meski tuak tersebar merata di daratan Indonesia, tetapi hampir semua orang sepakat jika tuak adalah minuman khas Batak.

Tuak berasal dari pohon enau dan kelapa yang di ambil air niranya, kemudian difermentasikan sehingga menjadi putih, menimbulkan bau yang khas, dan menimbulkan selera bagi para pecinta minuman ini.

Jika anda ke Sumatera Utara, khususnya di Toba dan Samosir dipastikan anda tidak akan kesulitan untuk menemukan minuman ini.

Berdasarkan penelitian para ahli, tuak merupakan minuman yang memiliki kadar alkohol rendah, lebih rendah dari bir dan anggur. Tuak pada dasarnya berguna untuk membuat kondisi seseorang tenang karena mampu menekan syaraf sentral konsumennya.

Tetapi jika menengguk melebih porsi yang seharusnya maka orang yang mengkonsumsi tuak akan menjadi mabuk dan tak mampu mengendalikan diri.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang minuman yang satu ini, kali ini trendsuara akan membahas lebih mendalam tentang tuak:

1. Pohon penghasil tuak (enau/aren) merupakan pohon yang multifungsi

Pohon aren penghasil tuak memiliki banyak manfaat

Pohon aren penghasil tuak memiliki banyak manfaat

Jangan pernah meremehkan pohon produsen penghasil tuak (enau/aren). Pohon ini merupakan pohon yang multi fungsi, sehingga semua bagian dari pohon ini ada di bagian rumah adat Batak. Mulai dari batangnya untuk membuat dinding rumah adat, Ijuknya untuk membuat atap rumah, helai daunnya untuk membuat sapu lidi, dan buahnya untuk kebutuhan pangan (kolang-kaling). Jadi, semua bagian dari pohon ini tidak ada yang terbuang sia-sia.

2. Untuk mendapatkan rasa yang sempurna, diperlukan waktu yang panjang dan proses yang sangat rumit

Tidak untuk menghasilkan tuak

Proses membuat tuak ternyata bukan sembarangan atau tidak segampang kita mendapatkan tuak di Lapo tuak. Dibutuhkan proses yang panjang untuk mendapatkan nira yang berkualitas. Rata-rata penyadap nira membutuhkan waktu minimal 3 bulan baru bisa menyadap. Itupun belum tentu air niranya bisa keluar.

Berdasarkan mitosnya, ada beberapa persyaratan yang harus dipatuhi agar bisa mendapatkan air nira seperti, tidak boleh menggunakan baju yang bagus saat berada dipohon sumber niranya, tidak boleh gonta-ganti orang untuk memanjat pohon sumber nira, tidak bisa mengucapkan kata-kata kotor saat mengambil air nira, dan lain-lain.

|Editor:erianto| hepwee |