Puisi Eko Saputra Poceratu,“Tak Harus Sedarah Untuk Menjadi Saudara”

oleh -5.342 views

puisi yang sangat bagus dan sangat menyentuh . Dibacakan secara live di De Balie – Amsterdam oleh Eko Saputra Poceratu seorang putra Maluku.

Sebagai bentuk protes untuk apa yang terjadi saat ini. Polemik demi polemik yang muncul karena perbedaan.

“Tak Harus Sedarah Untuk Menjadi Saudara”

Su paleng lama orang-orang di negara ini
permasalahkan perbedaan itu deng ini
mayoritas mau tekan minoritas
popularitas jadi politik di atas kertas

Apa katong harus seagama
Baru bisa dibilang sesama

Apa katong musti sedarah
Baru bisa dibilang saudara
Apa katong harus sekandung
Baru bisa dibilang gandong
Apa katong musti sesuku
Baru bisa dibilang satu tungku

Apa katong musti seiman
Baru bisa saling cinta?
Apa katong musti seajaran
Untuk saling mengerti perasaan

Kalau baku sayang sedangkal itu
Bagaimana kasih bisa menyatu

Apa beta harus Jakarta
Baru bisa dibilang Indonesia
Apa beta harus makan nasi
Baru bisa disebut NKRI

Kalo keadilan seperti itu
Bagaimana perasaan bisa menyatu

Apa katong harus makan sawi
Untuk jadi manusia?
Apa katong musti satu ras
Untuk jadi manusia waras?

Kalo kemanusiaan sedangkal itu
dan kebinatangan sedalam laut
bagaimana cinta akan terselami?

Apa beta harus lahir di barat
Untuk bisa adil di timur?
Apa beta musti belajar di ibukota
Baru di desa dapa jatah?

Apa beta harus berpolitik
baru distrik dapa listrik?
Apa beta harus punya investasi
Baru dianggap punya kontribusi
Apa beta musti punya tambang
Baru dibilang bisa menyumbang

Apa beta musti punya emas
Baru bisa jadi anak mas
Apa beta musti punya gas abadi
Baru bisa dapat subsidi
Apa katong musti makan raskin
Baru dibilang orang miskin?
Kalau kehidupan sesempit itu
Lapang dada seng cukup tampung dalapang huruf: s-e-n-g-s-a-r-a

(MN)