Mulia Rindo Purba : Sektor Perekonomian Kepri Merosot,Soerya Iman Diyakini Bawa Kejayaan Kepri

oleh -303 views
(Foto)DPRD Batam Komisi II, Mulia Rindo Purba

BATAM | Tingkat perekonomian di Kepri terus mengalami penurunan sejak tahun 2018 lalu.

Dikutip dari koran harian Batam pos akibat COVID-19 makin memukul sektor perekonomian di Kepri ini. Hal tersebut mendapat sorotan dari tim ekonomi pemenangan Soerya-Iman (Sinergi) yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Batam Komisi II, Mulia Rindo Purba.

”Kenapa makin merosot terus tingkat pertumbuhan ekonomi di Kepri, khususnya Batam yang menjadi barometer Provinsi Kepri? Berarti ada yang salah  selamaini secara ekonomi makronya maupun lainnya.

Padahal Batam itu dulunya jadi primadona nasional salah satu kota di Indonesia yang selalu diprioritaskan oleh pusat dalam hal pembangunannya,” ujar politisi Partai Gerindra Batam ini, Kamis (20/8) sore.

Kesalahan yang dimaksud  MuliaRindo, kenapa Batam sekarang tak jadi primadona di pusat.

Karena sebenarnya anggaran dari pusat itu sudah tersedia untuk pembangunan
di Provinsi Kepri. Hanya saja karena kurang kuatnya hubungan pejabat di Kepri, kurang sinerginya hubungan dengan di pusat itulah jadi kendala yang akhirnya justru daerah lainnya di luar Kepri yang lebih mampu untuk mendapatkan anggaran itu.

”Pembangunan di daerah itu, mustahil bisa survive kalau tak ada dukungan anggaran dari pusat. Kalau daerah saja yang diandalkan tak akan mampu untuk memajukan pembangunan di daerah.

Caranya bagaimana? Kepri harus memiliki kepala daerah yang mampu menembus ke pusat,memiliki akses yang kuat dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan anggaran pembangunan sekaligus mampu mengimplementasikan rencana pembangunan nasional di Kepri, seperti misalnya rencana  pembangunanjembatan Babin, flyover mulai dari Batuampar hingga ke Mukakuning yang sampai  saa tini ternyata hanya wacana saja, tak mampu daerah untuk pusat,” terangnya.

Sosok pemimpin yang memiliki kedekatan dengan pemerintah pusat yang dimaksud,  lanjutMulia Rindo Purba, adalah pasangan Soerya-Iman yang keduanya berada di parpo penguasa saat ini di Indonesia.

Masih kata Mulia Rindo, sampai saat ini banyak proyek nasional di Kepri yang tertunda realisasi pembangunannya yang harusnya mulai direalisasikan tahun ini.

Padahal banyak juga proyek-proyek di daftar isian proyek (DIP) di daerah
lain di luar Kepri, msalnya rencana pembangunan fly over serta pelebaran jalan di Batuampar yang harusnya dibangun tahun ini, kenyataannya masih
tertunda.

”Siapa yang bisa mendongkrak mangkraknya proyek nasional di Kepri, khususnya Batam? yang calon pemimpin atau calon kepala daerah di Kepri
memiliki kedekatan hubungan dengan pemerintah pusat seperti Soerya Respationo, pemimpin yang visioner.

Karena di Batam ini proyek besar ham-
pir semuanya adalah proyek nasional,” katanya., Artinya lanjut Mulia Rindo,
bukan hal yang mustahil Provinsi Kepri ini akan kembali berjaya seperti Batam di masa Otorita Batam masih dipimpin
BJ Habibie yang dulunya me miliki kedekatan erat dengan pemerintah pusat di masa Presiden Soeharto, kepala daerah yang harus mampu menembus
lika liku di pemerintah pusat,bisa menembus akses pemerintah pusat langsung untuk pembangunan daerah.

”Pembangunan di daerah bisa survive kalau kepala daerahnya mampu mensinergikan hubungannya dengan pemerintah pusat.

Itulah yang dinamakan politik anggaran wajib dikuasai oleh kepala daerah.
Bukan pasrah menunggu durian runtuh saja, dikasih anggaran syukur, tak dikasih diam saja.

Pemimpin daerah itu harus memiliki semangat harus dapat, harus bisa menembus anggaran pusat untuk kesejahteraan masyarakatnya dan kemajuan daerahnya,” tegasnya.

Mulia Rindo mencontohkan, kenapa tol laut ini jadwal pelayarannya tak rutin berlayar ke Kepri? Karena menurutnya
tak ada greget dari pejabat di Kepri untuk berusaha dan mampu serta memiliki hubungan yang erat dengan pemerintah pusat.

”Pemimpin daerah harus punya greget untuk menembus hal yang kelihatannya mustahil, bisa diwujudkan.

Itulah kenapa kami bilang Soerya ini akan mampu membawa Kepri

menuju kemajuan dan kesejahteraan masyarakatnya?Karen kedekatannya dengan pemerintah pusat sudah tak
diragukan lagi,” ujarnya.

Makanya, lanjut Rindo, di Kepri harus dikuatkan politik anggarannya ke pusat,sinergitas dengan pusat, niscaya Kepri akan bangkit dan maju.

”Yang realita saja, Kepri itu merupakan daerah kepulauan yang wilayahnya 96 persen perairan atau lautan.

Harusnya sektor perikanan di Kepri ini
jauh lebih unggul dan jadi percontohan wilayah lain di In-donesia.

Tapi faktanya, jang ankan itu, untuk memiliki gudang penyimpan ikan ber-
pendingin (cold storage) yang representatif saja, sampai sekarang tak mampu.

Itu karena apa? Karena pusat melihat di
Kepri tidak menarik, tak ada pejabat daerahnya yang mau berusaha untuk mendapatkan hal itu ke pusat,”terangnya

(Nn)